Tata Krismantara

Senin, 13 November 2023

 


ARTI DAN MAKNA LAMBANG LOGO SEKOLAH DASAR SD NEGERI 1 KARANGWUNI KECAMATAN PRINGSURAT TEMANGGUNG



 Visi universal --

Sekolah Dasar Negeri 1 karangwuni adalah satuan pendidkan  pendidikan sekolah formal yang berada di desa karangwuni kecamatan Pringsuray Kabupaten Temanggung. Sekolah dasar Negeri 1 karangwuni  (disingkat SD; bahasa Inggris: Elementary School atau Primary School) adalah merupakan bagian jenjang paling dasar pada pendidikan formal di desa karangwuni kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung . Sehingga pendidikan di sekolah dasar negeri 1 Karangwuni dengan ruang lingkupnya mencakup materi ke SD-an yang merupakan bagian integral dari pendidikan Indonesia yang melakukan pembelajaran yang seyogyannya diselenggarakan sepanjang hayat sebagai bagian pendidikan seumur hidup. 

 

Berikut ini adalah arti dan makna lambang Sekolah dasar SD negeri 1 karangwuni  :

 


Makna dan Filosofi Logo SDN 1 Karangwuni.

 

Lima bintang di atas

Lima bintang di bagian atas melambangkan bahwa segenap civitas akademi SDN 1 Karangwuni mempunyai cita cita yang luhur dan mulia dengan mendasarkan ke imanan dan ketaqwaan .

Siswa siswa SDN 1 Karangwuni adalah  harapan bangsa dengan jumlah bintang lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa siswi yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya meraih cita cita yang luhur melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima bintang, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

 

 Logo Siswa Siswi

 Logo dengan ilustrasi siswa siswi berwarna merah dan putih menciptakan simbolisme yang kuat dengan semangat Nasionalisme. Merah melambangkan semangat, keberanian, dan keinginan untuk berkembang, sementara putih mewakili kebersihan, kejujuran, dan ketulusan. Siswa yang mengangkat tangannya dengan penuh semangat mencerminkan antusiasme belajar dan keterlibatan aktif dalam proses pendidikan. Logo siswa ini mempunyai makna merayakan semangat positif, kemauan untuk belajar, dan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dengan penuh kebahagiaan .

 

Buku terbuka

 Buku yang terbuka melambangkan bahwa siswa siswi SDN 1 Karangwuni selalu Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan keterbukaan dan semangat belajar sepanjang hayat .

 Warna coklat pada sampul buku

 Warna coklat pada sampul buku melambangkan warna tanah Indonesia, bahwa apa yang di pelajari di SDN 1 Karangwuni berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa Nasional Indonesia.

 Warna dasar Biru

 Warna dasar logo yang berwarna biru melambangkan bahwa lingkungan belajar sekolah di SDN 1 Karangwuni meupakan lingkungan yang ramah anak dengan penuh kedamaian , kestabilan yang menginpsirasi ketenangan dan refleksi .

 

Warna merah putih 

 Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.

  Tulisan SD yang berwarna hitam .

 Artinya Logo ini untuk Sekolah Dasar negeri 1 karangwuni yang melambangkan pengetahuan,kebijaksanaan  dalam mencapai tujuan pendidikan .

 Bentuk logo segi empat .

Sisi sisi logo yang berbentuk segi empat melambangkan keterpaduan antara Siswa, sekolah, Orangtua dan masyarakat. filosofi ini menekankan pentingnya kolborasi, gotong royong dan hubungan yang erat dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang holistik .yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis tetapi  juga memperhatikan perkembangan karakter, sosial , emosional,  fisik  yang seimbang dan berbahagia .

 Demikian pengertian dan makna lambang dan logo Sekolah Dasar SD Negeri 1 Karangwuni sebagai salah satu pendidikan Formal di Karangwuni Kecamatan Pringsurat Temanggung.

 

Selasa, 07 November 2023

Artikel Pemanfaatan Lingkungan sebagai Laboratorium sekolah. oleh Tata Krismantara

 Pemanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Laboratorium Pembelajaran IPA di SD





Sekolah dasar (SD) merupakan tahap awal dalam pendidikan formal di mana dasar-dasar ilmu pengetahuan diajarkan kepada anak-anak. Salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam kurikulum SD adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA adalah mata pelajaran yang memungkinkan siswa untuk memahami alam, eksplorasi, dan pembelajaran yang memikat tentang fenomena alam di sekitar mereka. Meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SD adalah tujuan penting, dan salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai laboratorium.


*Keterbatasan Laboratorium di Sekolah*


Keterbatasan sumber daya sering menjadi hambatan dalam memperkenalkan laboratorium khusus untuk IPA di sekolah dasar. Banyak sekolah, terutama di daerah pedesaan atau dengan anggaran terbatas, tidak memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap. Namun, hal ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan pembelajaran IPA yang efektif. Sekolah dapat memanfaatkan lingkungan mereka sendiri sebagai laboratorium alam.


*Menggunakan Lingkungan Sekolah Sebagai Laboratorium IPA*


1. *Penanaman Taman Sekolah*: Sekolah dapat memulai dengan menanam taman sekolah. Taman ini dapat berfungsi sebagai laboratorium alam yang kaya sumber daya untuk mempelajari kehidupan tanaman, ekosistem, dan perubahan musim. Siswa dapat belajar tentang siklus hidup tanaman, interaksi antar spesies, dan pentingnya menjaga lingkungan.


2. *Pemanfaatan Taman Sayur*: Pemanfaatan taman sayur sekolah dapat mengajarkan siswa tentang pertanian dan ketahanan pangan. Mereka dapat belajar tentang proses pertumbuhan tanaman, perawatan tanaman, dan cara mengurangi limbah makanan.


3. *Penelitian Lapangan*: Mengadakan kunjungan lapangan ke sekitar sekolah untuk memeriksa berbagai jenis tanaman, serangga, atau lingkungan air seperti sungai, danau, atau kolam. Siswa dapat melakukan pengamatan, mengumpulkan sampel, dan menganalisis data yang mereka kumpulkan.





4. *Penggunaan Teknologi*: Siswa dapat memanfaatkan teknologi seperti smartphone atau tablet untuk merekam pengamatan mereka. Mereka dapat mengambil foto, merekam suara, atau mencatat catatan di lapangan, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di dalam kelas.


5. *Kolaborasi dengan Komunitas Lokal*: Sekolah dapat bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mendapatkan bimbingan dan sumber daya tambahan. Pakar lingkungan atau petani lokal dapat memberikan wawasan berharga kepada siswa.


Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratoruium untuk meningkatkan Minat Belajar IPA

Oleh Tata Krismantara .



Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratorium IPA tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang praktis, tetapi juga dapat meningkatkan minat siswa untuk mata pelajaran IPA. Melalui pengalaman langsung di lingkungan mereka sendiri, siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari di kelas dengan dunia nyata.


Dengan melibatkan siswa dalam eksplorasi alam di sekitar mereka, mereka dapat mengembangkan rasa ingin tahu yang lebih besar tentang ilmu pengetahuan. Mereka juga dapat melihat dampak positif dari menjaga lingkungan, yang mendorong kesadaran dan tanggung jawab lingkungan yang lebih baik.


Dengan mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium, sekolah dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan meningkatkan minat siswa untuk mata pelajaran IPA. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi laboratorium yang memadai untuk peningkatan pembelajaran IPA di SD.

Rabu, 11 Oktober 2023

 

Cara Menyusun KKTP 

(Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)


A. Prinsip KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran di satuan pendidikan yang telah melakukan implementasi kurikulum merdeka, yaitu:

  1. Setiap satuan pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik perlu menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik:
    • Tujuan pembelajaran
    • Aktivitas pembelajaran
    • Asesmen yang dilaksanakan
  2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran, yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran.
  3. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran berfungsi untuk melakukan refleksi proses pembelajaran dan diagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan memberi intervensi pembelajaran yang sesuai kepada peserta didik.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian 3 aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP).

  1. Rumusan Tujuan Pembelajaran
  2. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya mencakup 3 (tiga) hal berikut:

    • Kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif)
    • Perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif)
    • Profil Pelajar Pancasila (beriman, berkebinekaan global, gotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri)

  3. Komponen Tujuan Pembelajaran
  4. Ada 3 (tiga) komponen dalam tujuan pembelajaran, yaitu kompetensi, konten, dan variasi.

    • Kompetensi
    • Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang di revisi.

    • Konten
    • Konten merupakan ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.

    • Variasi
    • Variasi yaitu keterampilan berfikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, seperti keterampilan berpikir kreatif, kritis mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dll.

  5. Contoh Tujuan Pembelajaran
    • Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata sendiri secara kritis
    • Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan inovatif
    • Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena keseharian di lingkungan sekitarnya
    • Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari teks dan/atau audio visual
    • Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari
    • Menjelaskan peran diri dan anggota keluarga lainnya di rumah melalui wawancara anggota keluarga

  6. Alur Tujuan Pembelajaran
    • Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase. CP terdiri dari 6 fase (A - F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang Pendidikan dasar dan menengah.
    • Fase tersebut adalah : Fase A (kelas 1 - 2), Fase B (kelas 3 - 4) , Fase C (kelas 5 - 6), Fase D (kelas 7 - 9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kelas 11 - 12).
    • Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP.

    Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    • Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4, ..., dst.
    • Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ..., dst.

    Catatan:
    TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.


C. Langkah-langkah Menyusun KKTP

Dalam menyusun KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) terdapat 3 (tiga) pilihan berikut:

  1. Dari Tujuan Pembelajaran (TP) langsung dibuatkan Rubrik Penilaian dengan 4 atau 5 kriteria, sehingga guru dapat menentukan pencapaian peserta didik dan memberikan tindak lanjut, atau
  2. Dari Tujuan Pembelajaran (TP) diturunkan lebih rinci menjadi semacam Indikator Asesmen, sehingga indikator asesmen tersebut menjadi ukuran ketercapaian
  3. Contoh:
      TP 1. Peserta didik menyelidiki ragam dan sumber energi yang dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya melalui pengamatan
      Indikator asesmen:
      1.1 Mampu mendeskripsikan berbagai sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar
      1.2 Mampu menguraikan manfaat sumber energi yang dipergunakan di lingkungan sekitar
  4. Gabungan opsi 1 dan 2, yaitu : dibuatkan Indikator Asesmen dan Rubrik Ketercapaiannya.

Ketiga opsi atau pilihan tersebut lebih memberikan ruang pada Guru dalam mengambil alternatif sesuai kebutuhan. Setiap opsi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yaitu:

  • Opsi 1 : Lebih simpel, tapi kurang detail
  • Opsi 2 : Lebih detail, tetapi pemetaannya lebih sulit karena tidak ada rubrik
  • Opsi 3 : Lebih detail, mudah memetakan, tetapi lebih kompleks mengerjakannya