Tata Krismantara

Selasa, 12 Oktober 2021

AKSI NYATA MODUL 3.1.a.10 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

AKSI NYATA MODUL 3.1.a.10 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

”PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE 76”


1. PERISTIWA (FACT)

Latar Belakang Tentang Situasi Yang Dihadapi

Memperingati hari ulang tahun kemerdekaan negara kita merupakan sebuah moment penting yang perlu dilakukan sebagai wahana untuk meningkatkan rasa patriotisme dan cinta tanah air. Terlebih bagi anak didik kita.

Pembelajaran cinta tanah air juga untuk memperkenalkan sejarah dan tokoh-tokoh pahlawan yang berjasa bagi perjuangan Bangsa Indonesia sangat penting dilaksanakan kepada murid sejak usia dini. Hal ini dapat memupuk pembentukan karakter nasionalisme, cinta tanah air, dan bangga menjadi warga negara Indonesia. melalui program sekolah yakni peringatan HUT RI yang rutin diadakan tiap tahun.

Namun di masa pandemi Covid-19 ini pihak sekolah perlu mempertimbangkan kembali untuk menyelenggarakan acara yang berpotensi mengundang kerumunan.terlebih dimasa pandemi  ini masih belum diperbolehkan untuk mengadakan tatap muka secara langsung. Dan berangkat dari kegelisahan Bersama baik guru, walimurid dan komite tentang kondisi dimasa pandemi yang membuat murid cenderung mengalami penurunan dalam sikap,karakter serta kedisiplinan . terutama dalam karakter patriotisme dan cinta tanah air. Karena hampir 2 tahun tidak pernah mengikuti upacara bendera juga. Berdasarkana diskusi dengan guru ,komite dan Beberapa wali murid  menghendaki untuk terselenggaranya acara kegiatan tersebut seperti biasa .walau di tengah pandemi yang masih berlangsung. Kepala sekolah beserta dewan guru dan komite sekolah harus mengambil keputusan apakah acara tersebut diselenggarakan secara tatap muka ataukah secara virtual/daring.

Berdasarkan latar belakang situasi tersebut, untuk mengatasi dilema dan pengambilan keputusan terbaik akan diterapkan 9 langkah pengambilan keputusan.

Adapun langkah-langkah pengambilan keputusan diuraikan sebagai berikut :

1.    Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini

2.    Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3.    Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4.    Pengujian benar atau salah

5.    Pengujian paradigma benar lawan benar

6.    Melakukan prinsip resolusi

7.    Investigasi opsi trilemma

8.    Buat keputusan

9.    Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Alasan Melakukan Aksi Nyata

Situasi yang sedang dihadapi merupakan situasi dilema etika dimana pihak sekolah menganggap  pentingnya pembinaan karakter murid. Dan  telah menjadi program rutin sekolah setiap tahunnya untuk Kegiatan peringatan HUT RI . akan tetapi hal tersebut harus dianalisis terlebih dahulu apakah akan dilaksanakan secara tatap muka di sekolah seperti sebelum pandemi yang tentunya beresiko terjadinya kerumunan dan melanggar protokol kesehatan, ataukah dilaksanakan secara daring saja lewat media online demi keamanan kesehatan bersama.

Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian pengambilan keputusan dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan tersebut sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung jawabkan. Maka pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, dewan guru,  terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi guna membahas langkah-langkah pengambilan keputusan tentang kegiatan peringatan peningkatan karakter murid dalam rangka memperingati HUT RI

Gambar 1. Konsultasi tentang rencana peringatan lomba peringatan 17 Agustus dengan Kepala Sekolah .


Gambar 2. Rapat persiapan pelaksanaan peringatan HUT RI ke 76.

Hasil Aksi Nyata

Proses Pengambilan Keputusan dengan menjawab 9 langkah pertanyaan penuntun berikut ini :

1.    Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut ? Individu (dalam hal ini pihak sekolah) lawan masyarakat ( dimasa pandemi)

2.    Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ? Kepala sekolah, dewan guru komite sekolah, murid, dan wali murid.

3.    Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

·         Kegiatan memperingati Hari Ulang tahun Kemerdekaan RI  sudah menjadi program sekolah yang dilaksanakan setiap tahun.

·         Menurunnya karakter dan kedisiplinan siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terutama karakter wawasan kebangsaan .

·         Adanya keinginan dari Wali menghendaki  terselenggaranya kegiatan Hari Ulang tahun RI  di sekolah secara tatap muka

·         Guru menghendaki kegiatan dilaksanakan secara daring melalui WAG wali murid

·         Pihak komite sekolah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan serta mendukung keputusan yang diambil pihak sekolah

·         Pandemi masih berlangsung dan sekolah belum diperbolehkan melakukan tatap muka .

 ·          *Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut (uji legal) ? Tidak ada

*Apakah ada pelanggaran peraturan / kode etik profesi(uji regulasi) ? Tidak ada

*Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda apakah ada yang salah dalam situasi ini (uji intuisi)? Tidak ada

*Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran ? apakah Anda merasa nyaman ?  nyaman

*Kira-kira keputusan apa yang akan diambil oleh panutan / idola Anda dalam situasi ini ? Kemungkinan besar kepala sekolah yang menjadi panutan saya akan mengambil keputusan yang sama dengan yang dikehendaki dewan guru (saya) yaitu mengadakan peringatan Hari Kartini secara virtual / daring melalui media social.

*Jika situasinya adalah situasi dilemma etika paradigma mana yang terjadi dalam situasi tersebut ? Individu lawan masyarakat ( individual vs community)

*Dari 3 prinsip penyelesaian dilema prinsip mana yang akan dipakai ? Prinsip peraturan

*Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini  (investigasi opsi trilema) ? ada, yaitu : mengadakan lomba dengan tema cinta tanah air yang dilakukan dengan merekam kegiatan yang dilakukan di rumah kemudian di kirimkan kepada gurunya masing masing .

*Apa keputusan yang akan diambil ? Keputusan yang diambil yaitu kegiatan peringatan Hari Kartini akan dilaksanakan secara daring murid.  murid yang mengalami kendala tidak memiliki gawai android dapat meminjam kepada teman terdekat atau bisa menghubungi guru kelasnya masing masing.

*Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan ! Saya rasa keputusan yang diambil oleh pihak sekolah merupakan keputusan yang tepat mengingat situasi dimasa pandemic sangat tepat ntuk menghindari kegiatan yang dapat mengundang potensi kerumunan. Dengan begitu murid tetap dapat merasakan semangat peringatan ulang tahun kemerdekaan  walau secara daring. murid yang terkendala gawai android pun masih tetap dapat berperan dengan bekerjasama dengan teman terdekat atau secara langsung ke pada guru kelasnya masing-masing.

Tindak Lanjut Pengambilan Keputusan

1.    Guru mengirimkan pengumuman tentang lomba dalam rangka peringatan 17 Agustus 2021  pada WAG kelas. Serta guru memberikan materi serta panduan dalam mengikuti lomba dalam rangka memperingati HUT RI Ke 76.


Gambar 3. Tangkapan layar pengumuman lomba dalam rangka peringatan HUT RI dari guru dalam WAG kelas.

4. Setelah guru kelas memberikan petunjuk dan arahan lomba dengan tema peningkatan karakter wawasan kebangsaan dalam rangka peringatan HUT RI .

         Kemudian dewan guru mengumpulkan dan mengidentifikasi hasil lomba unutk mendapatkan kejuaraan .


Gambar 4. Mengidentifikasi kegiatan pelaksanaan peringatan HUT RI ke 76 secara daring .

B. PERASAAN (FEELING)

Saya merasa senang telah berhasil melaksanakan langkah-langkah pengambilan keputusan bersama warga sekolah untuk mengatasi permasalahan  dilema etika yang terjadi di sekolah saya. Saya juga sangat bersemangat manakala respon dari murid begitu antusias untuk mengikuti lomba peringatan secara daring.

 

C. PEMBELAJARAN (FINDING)

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi nyata dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dapat membantu pihak sekolah atau guru dalam menghadapi situasi dilemma etika. Keputusan yang diambil telah melewati tahapan-tahapan pengujian sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung jawabkan.

 

D. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)

Proses pengambilan keputusan yang telah saya lakukan di sekolah mungkin belumlah sempurna. Kedepannya bila menemui kasus dilema etika lagi, saya beserta pihak sekolah akan terus menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dengan lebih baik lagi sehingga kami mampu untuk menganalisa setiap kasus dilema etika yang terjadi di sekolah untuk menghasilkan keputusan yang lebih bijak serta berpihak kepada murid.


TERIMA KASIH

Senin, 16 Agustus 2021

 


twittzbone HUT RI Ke 76

https://twb.nz/sdnguwet

https://twb.nz/sdnnguwet



Sabtu, 14 Agustus 2021

Koneksi Antar Materi Pembelajran Sosial - Emosional. Modul 2.2.a.9
 

Rabu, 21 Juli 2021

 

1.4.a.10.1 AKSI NYATA – BUDAYA POSITIF

PGP-Angk2-Kabupaten Temanggung-Tata Krismintoro-1.4- Aksi Nyata – Budaya Positif.

A.   Latar Belakang

Budaya positif sekolah adalah sebuah kebiasaan yang  disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama dan berkesinambungan. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri anak.
Budaya positif ini  Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang positif. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu komunitas kelas yang akan berdampak pada budaya positif di sekolah dan berperan dalam visi sekolah. Mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sedangkan di lingkungan kelas, salah satu langkah yang guru dapat lakukan adalah membangun budaya positif melalui kesepakatan kelas .

Kesepakatan kelas  memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Kesepaktan kelas ini juga di gunakan sebagai salah satu komunikasi yang efektif dalam kelas .Apabila guru menyampaikan pesan atau materi ajarnya menggunakan komunikasi yang efektif, maka akan berpengaruh pada peningkatan pemahaman peserta didik yang pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas. Untuk itu, komunikasi efektif tidak hanya digunakan dalam pembelajaran saja, namun perlu juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, untuk membangun budaya positif di sekolah langkah yang dapat ditempuh adalah memulainya dengan membangun budaya positif di kelas melalui komunikasi efektif.

B.    Deskripsi Aksi Nyata

1.    Tujuan Melakukan Budaya Positif Kesepakatan Kelas .

a.    Membangun hubungan interaktif antara guru dan murid .

b.    Membangun motivasi dan wawasan pengetahuan peserta didik.

c.    Membangung komunikasi efektif dalam pembelajaran, peserta didik mampu bekerja sama, dan   saling menghargai satu dengan yang lain.

d.    Membangung tumbuhnya  budaya positif di kelas.

2.  Tolok Ukur

a.   Murid  mampu memberikan umpan balik dalam kegiatan pembelajaran.

b.  Peserta didik terampil menyampaikan ide atau pendapat menggunakan bahasa yang jelas, tepat dan sesuai etika serta budaya.

c.   Peserta didik memiliki motivasi dan peningkatan pemahaman.

d.   Peserta didik memiliki semangat kerja sama, aktif dalam berdiskusi dan bertanggung jawab.

e.   Meningkatnya interaksi antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.


C.   Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan.

Hasil dari aksi nyata yang dilakukan diantaranya adalah ;

1.  Ada interaksi positif yang terbangung antara peserta didik dengan guru maupun antara muri dengan murid

2. Tumbuhnya keterampilan  berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan ide atau gagasan.

3.  Peserta didik memiliki sikap saling menghargai pendapat, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.

4.  Peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif dan memiliki motivasi akademik yang tinggi.


D.   Pembelajaran yang Didapat dari Pelaksanaan (Kegagalan maupun Keberhasilan)


1.     Kegagalan

a. Dalam suasana pandemi sehingga dalam menghadirkan murid terbagi dalam kelompok ( tidak semua bisa langsung hadir). Dan dilakukan dengan model daring dan luring.

b. Masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam menyampaikan ide atau gagasannya dalam kegiatan .

2.     Keberhasilan

Timbulnya interaksi umpan balik Peserta didik  yang menunjukan respon positif dan sikap antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran sehingga terjadi komunikasi dua arah. Keterampilan dan ide atau gagasan yang dikemukakan oleh peserta didik telah menunjukkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil Pancasila. Dan hal ini telah mendukung perwujudan budaya positif di kelas.

E.    Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang

1. Mempersiapkan kegiatan yang dilakukan dengan lebih baik .

2. Membangun kepercayaan diri murid untuk berani mengemukakan pendapatnya .

3.  Membangun hubungan guru dengan murid dalam komunikasi yang efekti di luar jam pelajaran.

4.  Melakukan refleksi secara rutin atau evaluasi berkala.

F. Dokumen Aksinyata .


. Kelompok 1. Yang dilaksanakan dengan luring karena keterbatasan HP dan sinyal


Guru memberikan pemahaman dan penjelasan .


murid menempelkan usulan kesepaktan kelas


Kelompok 2 yang melaksanakan kesepakatan kelas dengan daring 

             Guru memberikan penjelasan dan pemahaman 

 


                                                    hasil kesepakatan kelas melalui daring 




 



Rabu, 14 Juli 2021

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING)

 

Satuan Pendidikan

:

SD Negeri Nguwet

Kelas / Semester

:

5/1 (ganjil)

Tema

:

Udara Bersih bagi Kesehatan (Tema 2)

Sub Tema

:

Memelihara Kesehatan Organ Pernafasan Manusia (Sub Tema 3)

Muatan Terpadu

:

Bahasa Indonesia, IPA, SBDP

Pembelajaran ke

:

1



A.       TUJUAN PEMBELAJARAN

1.   Melalui media animasi sistem pernapasan, murid dapat menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dengan baik.

2.   Melalui kegiatan pengamatan, murid dapat menunjukan pemahaman system pernafasan pada manusia dengan benar .

 

B.       SUMBER BELAJAR

1.   Buku panduan pegangan guru tematik kurikulum 2013 kelas 5

2.   Buku murid tematik 2013 kelas 5 tema 2

3.   Internet


 

A.       KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Pendahuluan

( 10 menit )

Ø  Guru memulai dengan kegiatan rutin membuka kelas (salam, berdoa, dsb) dan memberikan pesan-pesan harian menggunakan platform daring yang dipilih serta mengingatkan kembali 3 M.

Ø  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Ø  Guru menyampaikan tentang bagaimana pengaruh covid-19 terhadap sistem pernapasan manusia

Kegiatan Inti

(20 menit )

Minta murid untuk:

1.      Mengamati atau menonton video animasi sistem pernapasan.

 ( https://www.youtube.com/watch?v=yg0BqBCQBsg )

2.      Membuat pertanyaan bebas yang terkait dengan bagaimana sistem pernapasan pada manusia.

3.      Mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan bebas tersebut sesuai dengan video yang ditontonnya untuk selanjutnya menemukan jawaban atas pertanyaan bebas.

4.      Menjelaskan secara singkat hasil pengamatan dari pertanyaan yang mereka ajukan terhadap video animasi sistem pernapasan.

 

ü  Untuk murid yang belum bisa menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dengan baik, guru akan melakukan bimbingan individual dengan kembali menjelaskan sistem pernapasan yang ada pada video animasi dengan menggunakan bahasa yang lebih sederhana. (Guru melakukan diferensiasi proses)

 

ü  Sebagai produk pembelajaran, murid kemudian diminta untuk menjelaskan dalam bentuk audio/video terkit sistem pernapasan dengan bahasa mereka. (Guru melakukan diferensiasi produk berdasarkan kesiapan/readiness)

 

§ Murid yang sudah bisa menjelaskan sistem pernapasan dapat mengirimkan tugas dalam bentuk audio atau video.

§ Murid yang belum bisa menjelaskan dengan lancar, diberikan tugas oleh guru dalam bentuk gambar sistem pernapasan yang disertai dengan keterangan gambar. Kemudian gambar tersebut diacak dan murid menyusun sesuai dengan urutan yang tepat terkait sistem pernapasan.

§ Murid dapat mengirimkan pekerjaan kepada guru melalui aplikasi WA. Pekerjaan tertulis murid dapat di foto, dan penjelasan lisan dapat direkam melalui fungsi rekaman suara atau video.

 


Kegiatan Penutup

(10 menit )

Ø   Guru memberikan umpan balik kepada murid.

Ø   Guru menutup pembelajaran sesuai dengan prosedur rutin (salam, terimakasih, doa, dan peringatan kebiasaan 3 M).

 

 

A.       PENILAIAN

 

Sikap

:

Observasi terhadap sikap komitmen dan kedisplinan murid dalam

menyelesaikan dan mengirim tugas

Pengetahuan

:

Menunjukkan pemahaman peserta didik tentang system pernapasan pada

manusia

Keterampilan

:

Mendemonstrasikan keterampilan menulis, berbicara dan penyajian

gambar terkait sistem pernapasan pada manusia

 

1.       Strategi dan Alat Penilaian :

1.         Penilaian Sikap

Strategi       : Observasi Alat             : Catatan Sikap

 

No

Nama Murid

Tanggal/Catatan Sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.         Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan Strategi   : unjuk kerja

Alat             : Cek list

 

 Penilaian Ranah Pengetahuan dan Keterampilan

Indikator

Check list

Catatan

Pengetahuan

Tercapai

Berkembang

Baru mulai terlihat

 

Menunjukkan pemahaman tentang system pernapasan pada manusia

 

 

 

 

Keterampilan Menulis

Tercapai

Berkembang

Baru mulai terlihat

 

Struktur kalimat

 

 

 

 

kosakata

 

 

 

 

Keterampilan Berbicara

Tercapai

Berkembang

Baru mulai terlihat

 

Kelancaran

 

 

 

 

Artikulasi

 

 

 

 

Menyajikan gambar

Tercapai

Berkembang

Baru mulai terlihat

 

Kesesuain gambar

 

 

 

 

 

 

  

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

  

W I Y A T I,S.Pd.




Lampiran – lampiran 

 

Profil Belajar murid

Visual

Auditori

Kinestetik

Nama murid

Ardan Tendi Yogiansyah

Azahra Rahayu Retno Suryani

Fahri Atha Mulyana

Fatkhul Zidann

Felisa Laura

Gigih Tri Wardoyo

Muhammad Rafi Nasri Aldani

Mukhamad Varilia Mubarok

Afisa Dwi Mei Lani

Eka Safira

Mifzal Ammar Faizulhaq

Rafka Mulya Pratama

Sassy Kirani

 

Syahra Dwi Safitri

Naf'an Muhammad Iqbal

Naya Nafisha

Fahri Atha Mulyana

Nur Aini Maulida

 

 

Produk

Murid diperbolehkan memilih cara mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang   Kesehatan Organ Pernafasan Manusia.

Boleh dalam bentuk gambar, rekaman wawancara maupun performance.

Proses

Saat menjelaskan guru menggunakan power point  atau alat bantu visual.

Guru melakukan ceramah

Guru membuat permainan sambal belajar .dengan menempelkan gambar pada beberapa sudut ruang atau display yang ditempel di tempat-tempat berbeda untuk memberikan kesempatan murid bergerak saat mengakses informasi.

 guru mendiferensiasi pembelajaran dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar.

 

 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ( LKPD )

PARAF OTANG TUA

PARAF GURU

 

 

 

 Satuan Pendidikan        : SDN NGUWET

 Kelas / Semester          : 5 / 1

Tema / Subtema           : 2 / 1 ( Udara Bersih Bagi Kesehatan ) / Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih Muatan Materi   : IPA

Pembelajaran ke              5

Alokasi Waktu             : 1 hari

Nama siswa                  : ……………………..

 

No

Kompetensi Dasar

Indikator

1

3.2 menjelaskan organ pernapasan dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia

3.2.1 Siswa dapat menyebutkan jenis – jenis pernapasan pada manusia

2

4.2 membuat model sederhana organ pernapasan manusia

4.2.1 siswa dapat membuat model

organ gerak sederhana dari kertas karton

 

 

 Tujuan Pembelajaran

1.  Melalui media animasi sistem pernapasan, murid dapat menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dengan baik.

2.  Melalui kegiatan pengamatan, murid dapat menunjukan pemahaman system pernafasan pada manusia dengan benar .

 1.  KEGIATAN SISWA AKTIF

1.       Amatilah gambar dibuku tema dan gambar yang telah di kirim ke grup whatsapp,kemudian isilah tabel di bawah ini untuk membedakan anatara pernapasan dada dan perut!

 

No

 

Hal

 

Pernapasan dada

 

Pernapasan perut

 

 

Otot tulang

rusuk

 

 

1

Pada saat Inspirasi

 

Rongga dada

 

 

Tekanan udara

 

 

Udara

 

 

Otot tulang

 

 

 

 

rusuk

2

Pada saat

 

 

Ekspirasi

Rongga dada

 

 

Tekanan udara

 

 

Udara



 1.  KESIMPULAN:

……………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………

                         ……………………………………………………………………………………………………

 

 

           

 

 

Nguwet, 12 Juli  2021

Guru Kelas 5b

 


TATA KRISMINTORO.